Kembali ke Blog
Insight

Cryptography 101: Algoritma Enkripsi yang Harus Diketahui Developer

02 Mar 2026 Idiarsosimbang 1 menit baca
Cryptography 101: Algoritma Enkripsi yang Harus Diketahui Developer

Kriptografi adalah fondasi keamanan digital. Pahami algoritma enkripsi modern, kapan menggunakannya, dan kesalahan umum yang harus dihindari.


Dasar Kriptografi

Kriptografi menyediakan empat layanan keamanan fundamental: confidentiality, integrity, authentication, dan non-repudiation.

Symmetric Encryption

Menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan dekripsi.

  • AES-256-GCM: Standar industri, cepat dan aman. Gunakan ini untuk enkripsi data.
  • ChaCha20-Poly1305: Alternatif AES yang efisien di perangkat mobile.
  • ⚠️ Hindari: DES, 3DES, RC4, ECB mode

Asymmetric Encryption

Menggunakan pasangan kunci publik dan privat.

  • RSA-2048+: Untuk digital signature dan key exchange
  • ECDSA/EdDSA: Elliptic curve, lebih efisien dari RSA
  • X25519: Untuk key agreement protocol

Hashing

  • SHA-256/SHA-3: Untuk integrity check
  • bcrypt/Argon2id: Untuk password hashing (BUKAN SHA/MD5!)
  • ⚠️ Hindari: MD5, SHA-1 untuk security purposes

Kesalahan Umum Developer

  1. Menyimpan password dalam plaintext atau dengan MD5/SHA tanpa salt
  2. Hardcode encryption key di source code
  3. Menggunakan ECB mode untuk AES
  4. Membuat algoritma kriptografi sendiri
  5. Tidak menggunakan authenticated encryption (AE)
  6. IV/nonce reuse dalam stream cipher

Post-Quantum Cryptography

Dengan ancaman quantum computing, NIST telah memilih ML-KEM (Kyber) dan ML-DSA (Dilithium) sebagai standar post-quantum. Mulai persiapkan transisi crypto agility sekarang.

Bagikan artikel ini
Chat Kami